SMKS NH

Kembali ke Beranda
Karya_Siswa

Inilah Daftar Temuan Ibnu Sina Di Bidang Kedokteran

January 13, 2023 Hazim TKJ

Ibnu Sina telah memberikan kontribusi yang luar biasa untuk kemajuan ilmu kedokteran dan berbagai cabangnya. Beliau melakukan penelitian besar dan menciptakan penemuan penting yang diabadikan dalam sejarah kedokteran.

Berikut adalah penemuan Ibnu Sina di bidang kedokteran:

1.Metode menyuntikkan cairan ke dalam kulit

sumber: https://img-cdn.medkomtek.com/3MFNRUBoj7AKJGq0dcbiP_C7PQg=/730×411/smart/
filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/article/A-VYjsy6C1MtqBvlU8tkY/original/075525600_1629093715-Suntik-Vaksin-Kosong.jpg

Metode penyuntikan jarum ini pertama kali ditemukan oleh Ibnu Sina sendiri. beliau mengamati, bereksperimen, dan menganalisis tindakan yang benar dan resiko kegagalan jika beliau tidak mengikuti tindakan yang benar. Dengan menggunakan keterampilan analitisnya, beliau kemudian menemukan prosedur yang tepat untuk menyuntikkannya dengan aman ke bawah kulit. Selain itu, cairan penyembuh dalam suntikan juga mengandung bahan herbal yang mengandung vitamin untuk membantu tubuh pulih dengan cepat.

Penggunaan ramuan herbal yang mengandung vitamin ini juga sudah dikenal luas dan menjadi bahan referensi nyata dalam jurnal kedokteran di seluruh dunia. Selain itu, alat kesehatan harus disterilkan sebelum digunakan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap dokter wajib mensterilkan dan menjaga kebersihan alat suntik dan peralatan medis lainnya. Tujuannya agar tidak membahayakan pasien atau dokter.

2. Metode pengobatan pasien yang susah bernafas dengan pipa

sumber: https://media.istockphoto.com/id/978255200/photo/patient-do-tracheostomy-and-ventilator-in-hospital.jpg?s=612×612&w=0&k=20&c=GdM7LN0T7Or0yvTe2lQQ6WztJ8ICo2uRoYCZ4loMbEY=

Cara ini tidak menggunakan pipa biasa, melainkan pipa emas dan perak. Karena menurutnya pipa dengan model ini dapat mengobati pasien yang mengalami kesulitan bernapas dan meredakan kerongkongan yang tercekik.

Seiring berkembangnya ahli anestesi medis modern, metode ini telah digunakan sebagai alat untuk mengantarkan oksigen dan gas anestesi ke dada pasien. Walaupun model pipanya sama, namun bahan yang digunakan berbeda yaitu karet dan plastik.

3. Metode diagnosis luka atau penyakit pada bagian retaknya tulang kepala

sumber: https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1539335306/attached_image/cedera-tulang-tengkorak-bisa-berakibat-fatal.jpg

Penemuan ini mengarah pada diagnosis cedera tengkorak. Hasil analisis Ibnu Sina berhasil menemukan esensi ilmiah bahwa tengkorak tidak dapat menempel kembali ketika pecah atau terlepas dari tulang di bagian tubuh yang lain. Karena tengkorak hanya bisa diperbaiki dengan selaput kulit yang kuat.

Kemudian Ibnu Sina membagi hasil diagnosisnya menjadi dua bagian:

  • Pecah atau retaknya yang tertutup. Pecahnya  tengkorak yang seperti ini bukan dengan luka. Tapi sangat berbahaya bila ada tumor, dan stagnasi darah dan nanah bisa terjadi.
  • Pecah atau retaknya yang terbuka. Retakan seperti ini sering muncul dengan luka. Jika benturannya kuat, tingkat keparahannya tergantung pada kepala yang terbentur. Dokter perlu melihat luka untuk mengetahui apakah luka hanya menyentuh kulit atau sampai ke tulang.

4. Metode diagnosis penyakit dalam dan cara membedakannya

sumber: https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1669024485/attached_image/penyakit/penyakit-infeksi/malaria/diagnosis.jpg

Dengan kecerdasannya, Ibnu Sina mampu membedakan penyakit dalam pada masing-masing dua organ tubuh. Diantaranya gagal lambung dan gagal ginjal, kemudian pneumonia dan meningitis.

Selain itu, beliau juga seorang ilmuwan yang pertama kali menemukan metode diagnostik antara pneumonia dan peradangan hati; dan berhasil mengobati kram perut yang disebabkan oleh penyakit mental atau faktor psikologis.

5. Metode penyembuhan gangguan kejiwaan

sumber: https://static.gatra.com/foldershared/images/2019/fuad/10-Oct/mental.jpg

Sebelum munculnya psikologi Freud, Ibnu Sina adalah orang pertama yang menemukan metode pengobatan terkait gangguan jiwa yang disebabkan oleh berbagai jenis gangguan internal dan eksternal sebagai akibat dari pengalaman hidup pasien. Selain itu, Ibnu Sina menyarankan agar penanganan gangguan jiwa tersebut adalah dengan memberikan konseling dan terapi pikiran dan jiwa terkait dengan ingatan masa lalu pasien.

Sebelum Sigmund Freud (Bapak Psikoanalisis), penemuan-penemuan Ibnu Sina tentang masalah gangguan jiwa menjadi salah satu teori dasar psikologi dan menjadi acuan bagi kajian psikoanalitik Freud.

Adapun menurut Ibnu Sina, gangguan kejiwaan bisa disebabkan oleh gangguan pada organ tubuh seperti otak, hati, dan jantung. Beliau juga mengemukakan bahwa ketidakseimbangan emosi dan berpikir dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan psikosomatis.

Ibnu Sina juga menyebutkan bahwa faktor lingkungan seperti cuaca, pola makan dan kebiasaan tidur dapat mempengaruhi kesehatan mental. Selain itu, menurutnya, faktor sosial dan psikologis seperti stres, trauma, dan konflik antarpribadi juga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan.

Jika penemuannya saat itu tidak disebarluaskan dan dipresentasikan ke publik, mungkin dokter saat ini pun akan kesulitan mendiagnosis penyakit dan akan ada kekurangan alat medis dan obat-obatan canggih untuk membantu dokter dalam pekerjaan mereka. Jika dokter kesulitan merawat pasien, pasien mungkin tidak akan tertolong.

Kabar Lainnya