SMKS NH

Kembali ke Beranda
Karya_Siswa

Ingin Ganti HDD ke SSD?? Baca Ini Dulu Baru Beli!!!

January 8, 2023 Hazim TKJ

SSD atau Solid State Drive saat ini banyak dibeli oleh pengguna yang menginginkan storage dengan performa yang sangat cepat. Cuman, terkadang ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum membeli SSD. Nah, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah NAND Flash yang dibawa SSD. Karena NAND Flash sendiri sangat berpengaruh  dalam hal kualitas, kecepatan, atau bahkan daya tahan dari storage itu sendiri.

Secara Umum, NAND Flash atau Flash memori merupakan media penyimpanan yang dibawa storage dalam bentuk Solid State Drive, dimana ini dapat dihapus secara elektrik atau diprogram ulang.

NAND Flash itu sendiri terbagi menjadi beberapa kategori dan masing-masing mempunyai keunggulan sendiri , yaitu  SLC (Single-Level Cell), MLC  (Multi-level Cell) dan TLC (Triple Layer Cell). Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa keunggulan yang ditawarkan SSD berdasarkan dari 3 jenis NAND Flash tersebut.

https://media.kingston.com/kingston/content/ktc-content-solutions-pc-performance-difference-between-slc-mlc-tlc-3d-nand-infographic-us.jpg

1. SIngle-Level Cell SSD

SLC merupakan pilihan SSD terbaik yang bisa didapatkan saat ini, hanya saja biasanya hadir dengan harganya lebih tinggi.

SSD berbasis SLC mempunyai ruang yang jauh lebih besar dalam hal bit sel per memori hingga satu bit. Artinya bahwa SSDdengan basis SLC punya banyak kelebihan yang ditawarkan dalam ruang yang cukup besar tersebut dibanding MLC dengan ruang hingga 2 bit atau TLC dengan ruang hingga 3 Bit per sel.

Nah, karena ruang yang lebih luas inilah, cache yang digunakan pada SSD berbasis SLC bisa mengubah kecepatan I / O SSD jauh lebih efektif. Hasilnya, ruang yang lebih luas bisa memberikan kinerja read maupun write speed yang lebih cepat. Disamping itu, SLC SSD dapat bertahan jauh lebih tahan lama sehingga mereka dianggap lebih dapat diandalkan daripada SSD lainnya.

Cache SLC juga dilengkapi dengan manfaat tambahan. Misalnya, data sewaktu-waktu bisa hilang atau mungkin rusak saat melakukan pekerjaan writing dengan memakai SSD berbasis TLC ketika terjadi pemadaman listrik yang tak terduga. Nah, itu pastinya tidak terjadi dengan cache SLC karena hanya 1 bit yang disimpan ke dalam sel. Inilah mengapa, SSD berbasis SLC lebih disukai di lingkungan perusahaan yang menginginkan segala sesuatu tetap terjaga dengan positif, apalagi urusan data.

Sayangnya, SSD berbasis SLC biasanya hadir dengan harga yang cukup tinggi, bahkan kalian akan menemukan seri storage 128GB bisa lebih mahal dibanding 240GB atau 500GB berbasis TLC atau MLC.

2. Multi-Level Cell SSD

Multi-Level Cell SSD, juga dikenal sebagai MLC, merupakan opsi SSD yang lebih terjangkau daripada SSD tipe SLC. Hal ini dikarenakan SSD tipe MLC mampu menyimpan hingga 2 bit per sel, sehingga performa yang ditawarkan tidak secepat SSD berbasis SLC, termasuk daya tahannya. Keuntungan dari memori flash MLC adalah biaya per unit penyimpanan yang lebih rendah karena kepadatan data yang lebih tinggi, dan perangkat lunak pembacaan memori dapat mengkompensasi tingkat kesalahan bit yang lebih tinggi.

Opsi SSD berbasis MLC biasanya lebih ideal untuk pengguna biasa atau Gamer yang menginginkan performa penyimpanan cepat namun lebih terjangkau dengan kapasitas yang ideal. Daya tahan dan masa pakai SSD MLC juga lebih baik daripada SSD berbasis TLC.

3. Tripel-Level Cell SSD

TLC atau Triple-Level Cell adalah SSD opsi termurah yang dapat diproduksi produsen dengan kepadatan yang jauh lebih tinggi. Itu karena SSD ini memiliki kemampuan menyimpan hingga 3 bit per sel. Ini berarti produsen dapat memberikan kapasitas yang lebih tinggi pada SSD berbasis TLC ini, meskipun ada risiko yang justru memengaruhi kinerja dan daya tahan.

Misalnya, jika kinerja SSD MLC atau SLC jauh lebih baik, jangan berharap hal serupa dari SSD berbasis TLC, meskipun masih lebih unggul dari HDD biasa. Begitu juga dengan daya tahan, bahkan masa pakai SSD berbasis TLC pun sangat singkat.

Pada dasarnya, harga mungkin lebih murah dengan kapasitas yang lebih ideal, tapi mengorbankan performa dan kualitas. Tapi setidaknya opsi SSD berbasis TLC masih ideal untuk pengguna biasa yang tidak banyak bekerja di penyimpanan. Yang menarik adalah SSD TLC berkapasitas lebih besar terkadang memiliki rentang usia yang lebih baik daripada opsi berkapasitas lebih rendah (dalam varian yang sama). Misalnya, SSD 240GB memiliki rentang usia , yang sedikit lebih baik dari kapasitas 120GB. Oleh karena itu, kerugian dari masa pakai TLC SSD yang lebih pendek dapat diatasi dengan meningkatkan kapasitasnya.

setelah membahas bermacam-macam tipe SSD selanjutnya kita akan membahas kelebihan dan kekurangan SSD.

Kelebihan

  • Lebih cepat

Dalam perbandingan dengan HDD, SSD menawarkan performa yang lebih tinggi dalam hal kecepatan baca dan tulis. Sebagai contoh, SSD dengan ukuran 2,5 inci memiliki nilai kecepatan baca dan tulis minimal sekitar 400 sampai 500, sementara HDD hanya memiliki kecepatan baca tulis sekitar 150-an. Namun, jika menggunakan SSD NVMe PCIe x4, kecepatan baca tulis bisa mencapai 3.000 sampai 4.000-an.

  • Tidak bersuara

Dikarenakan tidak memiliki piringan yang berputar, penggunaan SSD cenderung lebih tenang. Berbeda halnya dengan HDD, ketika digunakan seperti membuka program di Windows, piringannya akan berputar dan menghasilkan suara yang dapat terdengar.

  • Lebih hemat daya

Tak hanya lebih tenang, SSD juga menawarkan efisiensi daya yang lebih tinggi. Berbeda dengan HDD yang memiliki komponen yang bergerak dan memerlukan lebih banyak daya.

  • Lebih awet dan tahan benturan

HDD memiliki reputasi sebagai perangkat yang sensitif. Piringan yang bergerak di dalam HDD membuat penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab, jika terjadi benturan pada HDD, maka perangkat tersebut dapat rusak atau bahkan menyebabkan terbentuknya sektor buruk (bad sector).

Kekurangan

  • Harga lebih tinggi

Karena teknologinya yang lebih baru, perangkat SSD memiliki harga yang lebih mahal daripada HDD. Sebagai contoh, dengan harga Rp600 hingga Rp700 ribuan, Anda bisa membeli HDD dengan kapasitas 1 TB yang cukup berkualitas. Namun dengan kisaran harga yang sama, Anda hanya bisa membeli SSD dengan kapasitas 256 GB saja.

  • Storage (Kapasitas)

Dengan mempertimbangkan harganya, jelas bahwa SSD tidak menawarkan kapasitas yang besar dengan harga yang sama dengan HDD. Oleh karena itu, kapasitas menjadi salah satu kekurangan dari SSD. Terkait dengan kapasitas, kebanyakan orang lebih memilih HDD dengan kapasitas besar sebagai perangkat penyimpanan atau backup data.

  • Umur lebih pendek

HDD dapat mengalami kerusakan akibat benturan, bad sector, atau kerusakan pada piringannya. Akan tetapi, jika HDD tidak mengalami kerusakan apapun, perangkat tersebut dapat bertahan lama selama dirawat dengan baik.

SSD memiliki karakteristik yang berbeda dengan HDD. SSD memiliki batas umur yang dihitung dengan satuan Terabytes Written (TBW). Dengan setiap pengulangan penulisan data pada SSD, maka kapasitas penyimpanannya akan terus berkurang dan pada akhirnya akan rusak setelah mencapai batas TBW. Oleh karena itu, SSD tidak dapat bertahan selamanya dan harus diganti setelah mencapai batas TBW.

Pada dasarnya, SSD adalah perangkat penyimpanan yang memiliki banyak kelebihan. Penggunaan SSD dapat meningkatkan kecepatan baca aplikasi, kecepatan booting Windows, kecepatan loading game, serta mempengaruhi performa multitasking yang lebih lancar.

Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh SSD, seharusnya tidak perlu ragu bagi Anda untuk memilih SSD sebagai penyimpanan utama yang digunakan untuk sistem. Penggunaan SSD memiliki pengaruh yang signifikan pada kecepatan produktivitas dan aktivitas pada komputer, sehingga sangat disarankan untuk mempertimbangkan penggunaannya.

Kabar Lainnya