
Apa itu MacOS? dan Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Apple adalah perusahaan IT yang didirikan pada tahun 1976. Perusahaan ini merancang, mengembangkan, dan menjual produk elektronik, perangkat lunak komputer, dan layanan online. Tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan nama Apple itu sendiri. Pasalnya, perusahaan ini dikenal dengan kualitas produk yang ditawarkannya selalu menarik perhatian masyarakat. Bahkan, setiap produk yang dirilis kerap diperbincangkan banyak orang karena fiturnya.
Perusahaan dengan motto “Think Different” ini memiliki beberapa produk yang sukses dan populer di pasar teknologi. Ini termasuk iPhone, iPad, Macintosh, iMac dan juga Apple Watch. Semua lini produk yang dirilis menggunakan Haedware dan Software eksklusif. Artinya, produk yang dikembangkan menggunakan perangkat yang diproduksi oleh Apple sendiri. Dalam hal inilah yang membedakan produk Apple dari yang lain, seperti Microsoft Windows dan Google Android.
Jika berbicara mengenai Apple tentunya tidak akan ada habisnya mengingat Apple telah mengeluarkan banyak produk. Namun, ada satu produk Apple yang terkenal dengan keunggulan layanannya yaitu MacOS. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan lihat Pengertian MacOS beserta sejarah, perkembangan, kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.
Pengertian

Sistem operasi Macintosh atau biasa dikenal dengan MacOS. MacOS adalah salah satu sistem operasi GUI (Graphical User Interface) pertama yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Apple Inc. Sistem operasi ini telah dikembangkan sejak tahun 1984 sebagai versi Classic MacOS. Pada tahun 2001, Apple juga merilis versi MacOS X yang kemudian dilanjutkan dengan versi OS X yang paling baru yaitu MacOS “Big Sur”. Sistem operasi ini hanya tersedia untuk perangkat Macintosh .
MacOS adalah sistem operasi kedua yang paling banyak digunakan oleh pengguna komputer setelah Microsoft Windows. Meski berada di urutan kedua, MacOS juga memiliki kelebihan yang tidak jauh di belakang Windows. Salah satunya adalah MacOS dapat diinstal di smartphone atau perangkat sesuai dengan regulasi dan spesifikasi yang berlaku.
Sejarah

Asal usul perkembangan MacOS dimulai pada tahun 1984. Saat itu, Mac OS pertama diperkenalkan dengan nama System 1 hingga Mac OS 9. Versi tersebut sekarang lebih dikenal sebagai Mac OS Klasik. Yang menarik, Mac OS Klasik adalah sistem yang sepenuhnya menggunakan antarmuka pengguna grafik (GUI). Dengan kata lain, Mac OS Klasik tidak memiliki baris perintah (command line).
Pada mulanya, macOS berasal dari perusahaan NeXT, yang didirikan oleh Steve Jobs setelah keluar dari Apple pada tahun 1985. Perusahaan tersebut kemudian mengembangkan sistem operasi bernama NeXTSTEP, yang dirilis pada tahun yang sama. Pada tahun 1990-an, Apple mencoba untuk menciptakan sebuah sistem operasi generasi baru untuk menggantikan Mac OS Klasik. Namun sayangnya, proyek tersebut mengalami beberapa kendala dan pada akhirnya dibatalkan.
Setelah itu, pada tahun 1996, Apple mengakuisisi perusahaan NeXT dan menjadikan NeXTSTEP sebagai dasar sistem operasi berikutnya. Dengan akuisisi tersebut, Steve Jobs secara otomatis kembali ke Apple. Jobs memimpin pengembangan sistem operasi generasi baru bernama “Rhapsody”, yang kemudian dirilis sebagai Mac OS X.
Mac OS X adalah versi ke-10 dari sistem operasi untuk Macintosh. Berbeda dengan Mac OS Klasik yang menggunakan angka Arab, versi ini menggunakan angka Romawi. Awalnya, kata “X” diucapkan sebagai “ten/sepuluh”, tetapi kebanyakan pengguna sekarang menyebutnya sebagai huruf “X” saja. Mengenai versi pertama dari Mac OS X, antarmukanya tidak jauh berbeda dengan Mac OS Klasik.
Kelebihan

- Mudah digunakan: Karena MacOS menawarkan tampilan yang bersih, sederhana, dan modern, tidak mengherankan bahwa banyak pengguna merasa lebih mudah mengoperasikan perangkat Mac. Banyak yang percaya bahwa MacOS sangat sesuai untuk desain grafis dan multimedia karena antarmukanya yang intuitif dan mendukung aplikasi yang kuat dalam bidang tersebut. Oleh karena itu, MacOS menjadi pilihan sistem operasi yang populer di kalangan desainer grafis, fotografer, dan editor video.
- Tersedia software gratis untuk menunjang produktifitas: Apple memiliki beberapa perangkat lunak perkantoran yang serupa dengan Microsoft Office, seperti Pages, Numbers, Keynote, dan lainnya. Seperti Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, perangkat lunak tersebut memiliki fungsi dan peran yang setara. Selain itu, tersedia juga aplikasi pengeditan gambar seperti iPhoto, aplikasi pengeditan video seperti iMovie, iCloud Drive untuk menyimpan file secara online, dan masih banyak lagi.
- Mendukung kompatibilitas dengan Windows: Tentu saja, pengguna MacOS dapat mentransfer file, foto, video, dan data lainnya dari Windows ke Mac. Selain itu, MacOS juga dapat membaca beberapa format file dari Windows, termasuk NTFS dan FAT. Pengguna juga dapat menginstal dan menjalankan Microsoft Office secara native di MacOS, sehingga pengguna dapat dengan mudah berbagi dokumen dan data antara kedua platform.
- Perlindungan privasi dan keamanan yang kuat: Pada perangkat Mac, segala aktivitas pengguna dilindungi oleh fitur privasi dan keamanan yang handal. Hal ini termasuk menjalankan software dengan aman, melindungi data pribadi, dan memastikan keamanan saat mengakses situs web melalui web browser. Dengan demikian, pengguna dapat merasa nyaman dan aman saat menggunakan perangkat Mac.
- Terintegrasi dengan perangkat Apple lainnya: Produk dan layanan Apple terintegrasi secara menyeluruh, sehingga menciptakan ekosistem yang terpadu. Sebagai contoh, iPhone dan iPad terintegrasi dengan komputer Mac, sehingga pengguna dapat mencadangkan, menyelesaikan masalah, dan mengelola file yang diinstal pada perangkat iOS tertentu. Pengguna juga dapat mengunggah atau mengunduh file menggunakan layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive dan OneDrive.
- CS (Customer Support) yang handal: Dalam hal dukungan teknis, pengguna Mac dapat mengandalkan respons yang lebih cepat dan berkualitas dari tim dukungan Apple dibandingkan dengan dukungan yang diberikan oleh produsen sistem operasi lainnya. Selain itu, adanya insinyur dan programmer yang terampil di belakang sistem operasi Mac, memastikan bahwa masalah pada hardware dan software bisa cepat diatasi dengan responsif.
Kekurangan

- Harga mahal: Sistem operasi MacOS dirancang khusus untuk perangkat Mac dan hanya dapat digunakan pada MacBook atau iMac. Namun, membeli perangkat Mac bisa sangat mahal dibandingkan dengan perangkat Windows.
- Dukungan software yang terbatas: Tidak diragukan lagi bahwa MacOS memiliki dukungan developer yang lebih sedikit dibandingkan dengan sistem operasi Windows, baik untuk software yang tersedia di App Store atau sumber lainnya. Mungkin hal ini disebabkan karena Windows memiliki pangsa pasar yang lebih luas daripada MacOS.
- Tidak ada penyesuaian perangkat keras: Pengguna perangkat Mac memiliki opsi terbatas dalam meningkatkan hardware pada perangkat mereka. Sebagai contoh, ketika ingin meningkatkan CPU atau RAM pada MacBook atau iMac, pengguna tidak dapat melakukannya dengan mudah karena beberapa komponen terintegrasi dengan sistem perangkat keras secara keseluruhan.
- Kurang cocok untuk gaming: Meskipun MacOS memiliki fitur perangkat keras yang mumpuni, namun faktanya sistem operasi ini tidak didesain khusus untuk para gamer dan tidak memiliki dukungan game yang sebanyak sistem operasi Windows.