SMKS NH

Kembali ke Beranda
tips keren memilih laptop
Karya_Siswa

Apa Itu Chrome OS? Dan Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

April 14, 2023 Hazim TKJ

Google adalah perusahaan multinasional yang menawarkan berbagai produk dan layanan layanan Internet. Peran Google di era digital saat ini berdampak besar pada kemajuan teknologi. Hal ini terlihat ketika setiap produk yang dikeluarkannya membawa inovasi dan manfaat bagi semua orang di seluruh dunia. Mulai dari Gmail, Google Classroom, Google Drive, Google Docs dan masih banyak lagi.

Jika berbicara tentang Google, salah satu produknya menarik perhatian dan pada tahun 2011 menjadi perbincangan luas di kalangan pengguna komputer. Produk tersebut tidak lain adalah Chrome OS. Chrome OS terlihat seperti sistem operasi pada umunya. Namun, ada beberapa hal yang membuat sistem operasi ini berbeda dari yang lain. Untuk penjelasan lebih detail baca di bawah ini pengertian Chrome OS beserta sejarahnya, kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian

source: https://www.gizmochina.com/wp-content/uploads/2021/06/Google-Chrome-OS-Logo-Featured.jpg

Chrome OS adalah sistem operasi berbasis Gentoo Linux yang dikembangkan oleh Google pada tanggal 15 Juni 2011. Sistem operasi ini menggunakan browser web Google Chrome sebagai antarmuka pengguna grafis utamanya. Tidak seperti sistem operasi Windows, Linux, atau OS X, Chrome OS hanya dapat berjalan di perangkat keras tertentu. Serta desain perangkat keras khusus oleh Google dan mitra manufaktur Google dengan nama Chromebook seperti DELL, ASUS, ACER, SAMSUNG, dan netbook serupa lainnya.

Chrome OS telah diintegrasikan ke dalam semua produk layanan Google serta smartphone Android. Jika ingin memasang aplikasi, pengguna hanya perlu mengakses Google Play Store. Ini berarti beberapa aplikasi Android juga dapat berjalan di Chrome OS. Dengan catatan bahwa tampilannya hanya mengambil sebagian layar Chromebook dan ini hanya berlaku untuk versi Chrome OS sebelum 2017.

Meskipun Chrome OS dianggap sebagai sistem operasi yang menarik dan lebih ringan dari yang lain, ada beberapa hal yang membuat Chrome OS hanya cocok untuk pengguna tertentu. Hal ini dikarenakan sistem operasi ini tidak bisa menggunakan aplikasi/software pihak ketiga seperti Adobe Premiere, Microsoft Office atau games.

Sejarah

source: https://www.cnet.com/a/img/resize/57290477517f22d819a021b8877ad3ae5849099d/hub/2019/07/29/2d8df491-87f9-4186-bd35-f983b33c3674/05-pc-to-chromebook.jpg?auto=webp&fit=crop&height=675&width=1200

Pada tanggal 7 Juli 2009, Google mengumumkan bahwa Chrome OS akan menjadi sistem operasi yang menyimpan aplikasi dan data pengguna di penyimpanan cloud. Sementara itu, konsep sistem operasi ini dinilai cukup membingungkan para pengguna dan analis, termasuk Sergey Brin yang merupakan salah satu pendiri Google.

Kemudian, pada 19 November 2019, Google merilis kode sumber Chrome OS sebagai proyek Chromium OS. Seperti sistem operasi sumber terbuka lainnya, Chromium OS bebas digunakan dan pengembang dapat memodifikasinya untuk membuat kode sumber versi mereka sendiri. Kode sumber Chrome OS sendiri hanya didukung oleh Google dan mitranya.

Awalnya, pengembangan Chrome OS dilakukan dengan Ubuntu sebagai basisnya. Namun, pada Februari 2010, Google beralih ke Gentoo Linux untuk menggunakan sistem manajemen paket Portage. Ini karena Portage adalah prasyarat yang sangat cocok untuk membuat dan mengupdate alat dari Chrome OS.

Versi asli Chrome OS tampilannya hampir mirip dengan browser Chrome. Namun pada tahun 2012, Google melakukan pembaruan UI pertama untuk Chrome OS. Pembaruan ini memperkenalkan Windows Manager Hardware Accelerated yang disebut “Aura” bersama dengan taskbar konvensional.

Kelebihan

source: https://9to5google.com/wp-content/uploads/sites/4/2021/07/phone_hub_chrome_os_1.jpg?quality=82&strip=all
  • Mudah digunakan: Sama seperti Windows, cukup banyak pengguna komputer yang menganggap Chrome OS sangat mudah digunakan untuk pemula. Ini mungkin karena kurangnya fitur yang disediakan.
  • Penampilan Sederhana: Setiap produk yang dikeluarkan oleh Google selalu menampilkan kesederhanaan dan juga bersih, hal ini juga berlaku untuk Chrome OS. Mungkin bisa dibilang lebih sederhana dari Windows atau macOS.
  • Ringan: Karena Chrome OS tidak menawarkan fitur-fitur yang begitu mengesankan, tidak mengherankan jika sistem operasi ini dapat berjalan dengan lancar tanpa lag. Proses booting atau shutdown juga hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.
  • Terintegrasi dengan Android: Chromebook yang paling baru kini mendukung aplikasi Android. Artinya, sebagian besar aplikasi yang dijalankan pengguna di sistem operasi Android juga dapat digunakan di Chrome OS.
  • Keamanan terjamin: Tentu saja, mengingat Chrome OS hanya dapat mengunduh aplikasi dari Play Store, keamanannya jauh lebih baik daripada di laptop Windows. Selain itu, Chrome OS sering diperbarui secara otomatis, sehingga perlindungan antivirus terus menjadi lebih baik.
  • Berbasis Cloud: Sebagian besar pengguna komputer saat ini menghabiskan sebagian besar aktivitasnya mengakses Internet. Oleh karena itu, Chrome OS berbasis cloud. Artinya, pengguna dapat menyimpan data penting ke dalam Google Drive tanpa khawatir kehilangan data.

Kekurangan

source: https://www.stylefactoryproductions.com/wp-content/uploads/2022/06/asus-chromebook-chrome-browser-1024×576.jpg
  • Tidak Gratis: Untuk menggunakan Chrome OS, pengguna harus membeli Chromebook terlebih dahulu. Karena ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan Chrome OS. Namun, jika ingin menggunakan versi gratisnya, pengguna bisa mengunduh Chromium OS dari berbagai website.
  • Tidak bisa menjalankan aplikasi pihak ketiga: Seperti yang kita ketahui, Chrome OS hanya dapat menginstal aplikasi dari Google Play Store dan beberapa perangkat lunak yang kompatibel dengan OS Linux. Oleh karena itu, beberapa perangkat lunak mungkin tidak kompatibel dengannya.

Kabar Lainnya