SMKS NH

Kembali ke Beranda
dan Bisnis Fashion

Pengertian, Tujuan, dan Contoh Kegiatan Produksi dalam Dunia Bisnis

September 26, 2025 admin_smk

Dalam dunia bisnis, kegiatan produksi merupakan salah satu proses yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Hal ini dikarenakan kegiatan ini merupakan proses panjang yang harus dilewati oleh sebuah barang sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Dengan melewatkan kegiatan ini, maka konsumen akan kesulitan untuk memperoleh atau mendapatkan suatu produk yang diinginkan. Mengingat pentingnya kegiatan produksi, para pelaku usaha perlu memahami aktivitas agar nantinya mereka bisa lebih mudah menyusun sebuah strategi pendistribusian barang maupun jasa.

Untuk lebih memahaminya, simak ulasan berikut ini mengenai kegiatan produksi, mulai dari pengertian hingga contohnya.

Pengertian Kegiatan Produksi

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), produksi adalah proses untuk menciptakan hasil. Sedangkan dari laman resmi Kemendikbud, produksi adalah usaha untuk menciptakan barang atau jasa guna menambah nilai barang atau jasa.

Dari pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa kegiatan produksi adalah bagian dari aktivitas ekonomi seperti membuat, menciptakan, hingga menghasilkan barang atau jasa. Jika diartikan secara teknis, proses mengolah bahan baku yang disebut input menjadi bahan jadi yang disebut output.

Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen. Kegiatan produksi sendiri dibagi menjadi dua yaitu kegiatan produksi jasa dan kegiatan produksi barang.

Kegiatan produksi jasa merupakan penambahan kegunaan tanpa mengubah bentuknya. Sedangkan kegiatan produksi barang merupakan peningkatan manfaat ke suatu objek melalui proses perubahan sifat atau objeknya.

Tujuan Kegiatan Produksi

Layanan Konsultasi Psikologi sebagai Contoh Kegiatan Produksi Jasa

Secara umum, kegiatan produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik barang maupun jasa. Jika kebutuhan barang dan jasa terpenuhi, maka kemakmuran bisa diperoleh.

Oleh karena itu, kegiatan ini memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian setiap individu. Selain tujuan diatas, kegiatan produksi juga memiliki beberapa tujuan lainnya yaitu:

  • Memenuhi Kebutuhan Konsumen: Tujuan pertama dari kegiatan produksi adalah konsumen memiliki beragam kebutuhan yang harus dipenuhi. Ketika hal seperti kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier tidak dapat terpenuhi maka kehidupan akan menjadi tidak seimbang.
  • Mendapatkan Keuntungan: Bagi produsen, tujuan kegiatan produksi adalah untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Dengan menciptakan atau memberikan nilai pakai pada suatu produk, produsen dapat melihat perbedaan antara harga jual dan biaya produksi.
  • Meningkatkan Penghasilan Negara: Tujuan lain dari kegiatan produksi adalah mengurangi pengangguran tentu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang sejahtera semakin banyak juga mereka menghabiskan uang untuk konsumsi makanan dan minuman, perjalanan, dan pembayaran pajak.
  • Mengurangi Angka Pengangguran: Tujuan terakhir dari kegiatan produksi adalah mengurangi angka pengangguran pada masyarakat. Dalam pengembangan suatu usaha, tentunya dibutuhkan banyak pihak untuk terlibat.

Contoh Kegiatan Produksi

Berikut ini tiga contoh kegiatan produksi, baik barang maupun jasa yang perlu dipahami oleh pelaku usaha, antara lain:

  1. Produksi Pembuatan Susu Kedelai

    Susu kedelai merupakan susu nabati yang banyak disukai masyarakat, terutama bagi yang tidak bisa minum susu hewani. Dalam proses pembuatannya, susu ini menggunakan kedelai sebagai bahan baku utama. Bahan mentah ini diolah melalui serangkaian proses sehingga menjadi susu yang bisa diminum oleh konsumen.

  2. Produksi Pembuatan Keju

    Untuk mengemas keju yang baik dan benar, maka harus memperoleh bahan baku yang tepat. Salah satunya adalah susu. Kualitas susu yang dicari pun harus benar-benar mampu membuat konsumen bisa menikmatinya.

  3. Layanan Konsultasi Psikologi

    Selain kegiatan produksi barang diatas, ada juga kegiatan produksi dalam bidang jasa. Salah satunya yaitu layanan konsultasi psikologi. Saat ini, ada banyak orang yang membutuhkan layanan tersebut dikarenakan beban kerja, target pekerjaan dan lainnya yang membuat hadirnya tekanan pekerjaan.

Fast Fashion: Dampak dan Tren Terkini

Fast fashion adalah sistem produksi pakaian cepat dengan harga murah yang kini mendominasi pasar global. Dampaknya meliputi emisi karbon tinggi, konsumsi air berlebih, dan jutaan ton limbah tekstil. Pekerja di sektor ini sering menerima upah rendah dan kondisi kerja tidak stabil. Konsumen terdorong untuk membeli pakaian lebih banyak, namun masa pakai produk menjadi singkat.

Fast fashion kini menjadi bagian dari budaya yang tidak bisa diabaikan dalam industri pakaian modern. Tren ini berkembang pesat seiring kebutuhan konsumen akan pakaian murah dengan desain terbaru.

Dengan memahami konsep kegiatan produksi dan dampak fast fashion, pelaku bisnis dan konsumen dapat lebih bijak dalam memilih strategi dan gaya hidup. Pentingnya memastikan keberlanjutan dan etika dalam produksi serta konsumsi menjadi kunci untuk menjaga lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Artikel ini membahas secara lengkap tentang kegiatan produksi dan tren fast fashion, memberikan wawasan penting untuk pemahaman yang lebih luas tentang dunia bisnis dan lingkungan.

Kabar Lainnya